HIMBARA Gerojok 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada

file_00000000900482119c8919576acf6524
Spread the love

HIMBARA Gerojok 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada

Wabup Berny: Jangan Rusak atau Buang Bantuan, Kita Harus Bersyukur

BAJAWA, Bidikan Kamera– Di tengah puing-puing dan beratnya masa pemulihan pascagempa, kepedulian kembali hadir untuk masyarakat Kabupaten Ngada. Lebih dari 30 ton bantuan logistik digelontorkan Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) untuk membantu warga terdampak bencana.

Bantuan yang disalurkan melalui BRI Cabang Bajawa itu diserahkan kepada Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) di Aula Yasukda, Kamis (24/9/2026).

Bantuan tersebut berupa beras, minyak goreng, gula, mi instan, telur, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Selanjutnya, Yasukda dipercaya untuk mendistribusikan bantuan tersebut kepada masyarakat dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi warga di lapangan.

Bantuan ini bukan sekadar deretan angka dan tumpukan logistik. Di balik lebih dari 30 ton bantuan tersebut, terselip pesan bahwa masyarakat Ngada tidak berjalan sendirian dalam menghadapi bencana.

Wabup Berny: Jangan Ada yang Buang Bantuan

Wakil Bupati Ngada Berny Dhey Ngebu menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat agar setiap bantuan yang datang diterima dengan penuh rasa syukur.

Menurut Berny, bantuan dari berbagai pihak merupakan bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap masyarakat Ngada yang sedang menghadapi masa sulit.

“Saya berharap masyarakat Ngada harus bersyukur atas bantuan tersebut, karena kepedulian ini tumbuh dari rasa cinta terhadap kita di Ngada,” ujar Berny.

Ia mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang merusak, membuang, atau membakar bantuan hanya karena menilai jumlah yang diterima tidak sesuai harapan.

“Saya tidak mau ada masyarakat Ngada yang kemudian tidak puas dengan pemberian sumbangan, lalu dibuat rusak, dibuang, dibakar, kemudian diposting di media sosial hanya karena merasa bantuannya sedikit,” tegasnya.

Bagi Berny, bantuan harus dilihat sebagai wujud solidaritas. Para pemberi bantuan, katanya, tidak hanya memikirkan satu atau dua orang, tetapi juga masyarakat terdampak di berbagai wilayah.

“Kita harus sadar bahwa para pelaku sumbangan berpikir bukan hanya satu atau dua orang saja di Ngada, tetapi semua warga di daratan Flores yang terdampak,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat melihat kepedulian tersebut sebagai bentuk nyata solidaritas di tengah keterpurukan akibat bencana.

“Kita harus bersyukur bahwa Tuhan tidak diam. Tuhan telah mengutus orang-orang baik yang sedang memperhatikan kita dalam keterpurukan,” ungkapnya.

30 Ton Logistik, Tanggung Jawab Besar Yasukda

Ketua Yasukda, RD. Sil Betul, menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA, khususnya BRI Cabang Bajawa, yang telah mempercayakan penyaluran bantuan kepada Yasukda.

Kepercayaan tersebut, kata dia, menjadi tanggung jawab besar agar bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

“Yasukda menyampaikan terima kasih kepada HIMBARA melalui BRI Bajawa yang telah mempercayakan kami untuk mendistribusikan bantuan ini kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Bantuan selanjutnya akan didistribusikan berdasarkan kebutuhan dan kondisi warga di lapangan.

BRI Hadir di Tengah Bencana

Perwakilan HIMBARA melalui BRI Cabang Bajawa menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian bank-bank milik negara terhadap masyarakat yang terdampak gempa di wilayah Flores.

Total bantuan mencapai lebih dari 30 ton, dengan isi utama berupa berbagai kebutuhan pokok.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga selama masa tanggap bencana dan proses pemulihan.

Romilus: BRI Sudah Berakar di Tengah Masyarakat

Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji, memberikan apresiasi atas kepedulian BRI dan HIMBARA.

Menurut Romilus, kehadiran BRI dalam situasi bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan lembaga perbankan tersebut.

“Sudah selayaknya BRI hadir dan peduli terhadap masyarakat yang terkena bencana. BRI sudah berusia 131 tahun, artinya BRI sudah berakar dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Romilus menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Saint: Ngada Tidak Sendiri

Anggota DPRD Ngada, Saint Songkares, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berawal dari inisiatif kepedulian Ketua Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar yang kemudian diwujudkan melalui skema CSR dan disalurkan melalui BRI kepada Yasukda.

Menurut Saint, rangkaian dukungan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa terus bergerak.

“Kami merasa tidak sendiri. Hal ini terbukti dari kehadiran semua pihak saat ini di Aula Yasukda,” katanya.

Saint mengajak masyarakat tetap bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi.

Bantuan Harus Sampai kepada yang Membutuhkan

Lebih dari 30 ton logistik tersebut kini menjadi tanggung jawab Yasukda untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Penyaluran akan diarahkan kepada warga yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Di tengah luka dan beratnya pemulihan pascagempa, bantuan HIMBARA menambah kekuatan bagi masyarakat Ngada.

Bukan hanya soal beras, minyak, gula, atau mi instan, tetapi tentang pesan bahwa ketika bencana datang, kepedulian tidak boleh ikut runtuh. (karel)


Spread the love