Gandeng 25 Pelaku IKM, FEB Unram Gencarkan Pelatihan QRIS di Monjok Barat: 90% Masih Gagap Teknologi Digital
Mataram :Bidikankameranews.com:
Gandeng 25 Pelaku IKM, FEB Unram Gencarkan Pelatihan QRIS di Monjok Barat: 90% Masih Gagap Teknologi Digital

MATARAM, bidikankameranews.com -Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram (Unram) menggelar pelatihan dan pendampingan intensif terkait transaksi pembayaran berbasis QRIS kepada para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram.
Kegiatan tersebut bertempat di Aula Kantor Lurah Monjok Barat dan diikuti oleh 25 peserta pelaku IKM yang merupakan perwakilan dari masing-masing lingkungan yang ada di kelurahan tersebut.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FEB Unram, Ida Ayu Putri Suprapti,dalam sambutannya mengungkapkan fakta miris di lapangan. Di tengah gempuran dompet digital, ternyata masih banyak pelaku IKM di Kota Mataram yang gagap teknologi.
“Di Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, 90% dari 91 unit IKM masih mengandalkan transaksi tunai. Padahal, 99,8% di antaranya bergerak di sektor kuliner dengan potensi transaksi yang sangat besar,” terang Ayu Putri.
Ia menjelaskan, pelatihan dan pendampingan ini dilakukan secara intensif dalam dua tahap, yakni pada 30 Juli 2026 dan 14 Agustus 2026.*
“Masifnya perkembangan teknologi digital harusnya bisa meningkatkan _velocity circulation of money_ dan omzet penjualan. Tapi jika literasi digitalnya rendah, pelaku IKM tidak akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Menurut Ayu Putri, ada lima faktor penyebab rendahnya penggunaan QRIS di Monjok Barat, yaitu (1) Rendahnya literasi keuangan digital, (2) Keterbatasan sinyal internet yang stabil, (3) Rendahnya kepercayaan terhadap keamanan transaksi digital, (4) Kebiasaan nyaman pakai tunai, dan (5) Tidak adanya pendampingan berkelanjutan.
Untuk mengatasi hal itu, tim FEB Unram tidak hanya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait sistem pembayaran, tetapi juga memberikan pelatihan teknis secara langsung.
“Kami tidak hanya sosialisasi, tetapi juga pelatihan teknis mekanisme penggunaan QRIS, pendampingan pembuatan rekening dan pemasangan QRIS, serta monitoring penggunaan QRIS. Materi yang diberikan cukup lengkap, terkait sistem pembayaran tunai dan non tunai berbasis QRIS,” terangnya.
Ia berharap ke depan lembaga perbankan bisa turun langsung membantu masyarakat dalam pembuatan dan pemasangan QRIS, serta melakukan penguatan kapasitas secara berkelanjutan agar pelaku IKM tidak hanya bisa menggunakan QRIS, tetapi juga nyaman dan percaya menggunakan transaksi non-tunai.
Adapun Tim Pengabdian FEB Universitas Mataram terdiri dari Ketua Ida Ayu Putri Suprapti dengan anggota Taufik Chaidir, Akhmad Jufri, St Maryam dan Gusti Ayu Arini.(Ali)*
