Jokowi Terjun Ke Puing – puing Gempa Palue : Bawa 4.000 Sak Semen, 3.000 Seng dan Bermalam di Tenda Pengungsi

file_00000000a5148211ab0c6ac8a685996e
Spread the love

Jokowi Terjun Ke Puing – puing Gempa Palue : Bawa 4.000 Sak Semen, 3.000 Seng dan Bermalam di Tenda Pengungsi

MAUMERE, Bidikan Kamera – Bukan sekadar datang, melihat lalu pergi. Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menempuh perjalanan dari Maumere, menuju Ropa di Kabupaten Ende, lalu menyeberang ke Pulau Palue untuk melihat langsung wajah kehancuran akibat gempa bumi Flores.

Jokowi tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 13.00 WITA, Rabu, 16 September 2026. Kedatangannya disambut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka.

Dari Frans Seda, perjalanan tidak berhenti. Jokowi bersama rombongan langsung bergerak melalui jalur darat menuju Ropa, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende.

Dari Ropa, perjalanan kembali berlanjut. Jokowi menyeberang menggunakan kapal motor menuju Pulau Palue—wilayah yang masih bergulat dengan dampak gempa bumi tektonik yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Di Palue, persoalannya bukan lagi sekadar angka kerusakan. Di depan mata, ada rumah warga yang rusak, fasilitas umum yang terdampak dan masyarakat yang belum sepenuhnya kembali ke kehidupan normal.

Karena itu, Jokowi dijadwalkan turun langsung meninjau lokasi terdampak dan bertemu dengan masyarakat yang masih berada di pengungsian.

Ia juga membawa bantuan material untuk membantu warga memperbaiki bangunan yang rusak. Bantuan tersebut berupa 4.000 sak semen dan 3.000 lembar seng, ditambah sejumlah bantuan lainnya.

Semen dan seng itu bukan sekadar bantuan material. Bagi warga yang rumahnya rusak, material tersebut menjadi bagian penting untuk kembali membangun tempat tinggal dan memulihkan kehidupan setelah bencana.

DARI RUMAH WARGA HINGGA GEREJA YANG TERDAMPAK

Salah satu titik yang masuk dalam agenda kunjungan adalah Desa Rokirole. Di tempat ini, Jokowi dijadwalkan melihat langsung kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi Gereja Katolik Keluarga Kudus Paroki Lei di Desa Tuanggeo untuk melihat kondisi bangunan dan fasilitas peribadatan yang terdampak gempa.

Kunjungan ini membuka ruang bagi masyarakat Palue untuk menyampaikan langsung apa yang mereka alami dan apa yang masih mereka butuhkan dalam proses pemulihan.

Bukan melalui laporan di atas meja. Bukan hanya melalui data kerusakan.

Jokowi datang langsung ke lokasi.

TIDUR DI TENDA, BERSAMA WARGA PENGUNGSI

Agenda yang paling menyita perhatian adalah rencana Jokowi bermalam di tenda pengungsian bersama masyarakat di Desa Rokirole.

Keputusan untuk bermalam di tengah pengungsi membuat kunjungan ini tidak berhenti pada peninjauan siang hari. Jokowi dijadwalkan berada lebih lama di tengah masyarakat yang masih menjalani kehidupan dalam kondisi pascagempa.

Dari Frans Seda menuju Ropa, kemudian menyeberang ke Palue, perjalanan itu membawa Jokowi langsung ke tengah warga yang rumah dan fasilitasnya terdampak gempa.

Palue hari ini bukan sekadar titik di peta bencana. Di sana ada warga yang masih menunggu rumahnya kembali berdiri dan kehidupan kembali normal.

Dan di tengah kondisi itulah Jokowi datang—membawa bantuan, melihat kerusakan secara langsung, bertemu warga, dan dijadwalkan bermalam bersama para pengungsi.

Palue masih berbenah. Rumah-rumah rusak belum seluruhnya pulih. Warga masih membutuhkan dukungan. Dan kunjungan Jokowi menjadi salah satu momen untuk melihat persoalan itu dari jarak paling dekat: langsung dari tengah masyarakat terdampak. (karel)


Spread the love