Wabup H. Ansori Tegaskan Pentingnya Memperkuat Peran Masyarakat dalam Menjaga Kelestarian Sumber Daya Pesisir dan Laut

Spread the love

Sumbawa 15 September 2026, bidikankameranews.com Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menegaskan pentingnya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber daya pesisir dan laut. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan The Regional Exchange di Ballroom Sumbawa Grand Hotel, Selasa pagi (15/9/2026).

Dalam laporan pelaksanaannya, Tim Penyelenggara atas nama Yayasan Cakrawala Konservasi Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan Regional Exchange ini terselenggara mulai tanggal 14-18 September 2026 mendatang di Whale Shark Learning Center, Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano,
dan diikuti sekitar 50 peserta.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring antar pemangku kepentingan di kawasan Lesser Sunda melalui pembelajaran langsung mengenai praktik konservasi berbasis masyarakat dan pengembangan community-based tourism di Labuhan Jambu, Sumbawa.

Kegiatan ini juga disebutkan, dirancang secara partisipatif melalui sesi pembelajaran, diskusi dan permainan, pengalaman ekowisata hiu paus, dialog bersama masyarakat dan pelaku pariwisata, serta penyusunan rencana tindak lanjut terkait pengelolaan kawasan konservasi perairan (Marine Protected Area).

Dalam sambutannya, Wabup H. Ansori menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memilih Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah kegiatan regional tersebut. Menurutnya, forum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Ia mengatakan, sejumlah wilayah pesisir di Sumbawa telah menjadi lokasi pembelajaran dalam pengelolaan konservasi dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Salah satunya adalah Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano.
Menurut Wabup H. Ansori , capaian tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem laut sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa juga menyoroti potensi ekologis Teluk Saleh. Kawasan perairan tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam upaya konservasi laut, terutama karena menjadi habitat penting bagi hiu paus. Teluk Saleh memiliki luas sekitar 1.459 kilometer persegi dan berdasarkan berbagai penelitian diketahui menjadi salah satu kawasan dengan populasi hiu paus yang besar di Indonesia.

Dikatakan Wabup, sejumlah temuan ilmiah juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki fungsi sebagai tempat pembesaran atau nursery ground bagi hiu paus. Selain memiliki kekayaan ekosistem laut, Teluk Saleh juga berada dalam kawasan SAMOTA yang meliputi Saleh, Moyo, dan Tambora. Kawasan SAMOTA telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO pada 2019.

Wabup H. Ansori kembali menegaskan, status tersebut menunjukkan bahwa kekayaan alam Sumbawa tidak hanya memiliki arti penting bagi masyarakat setempat, tetapi juga mempunyai nilai konservasi yang diakui secara internasional.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa, lanjutnya, akan terus mendukung pengembangan konservasi yang berjalan seiring dengan pariwisata berbasis masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah akan mendorong sinergi antara pemerintah desa, kelompok masyarakat, pelaku usaha, sektor pariwisata, mitra pembangunan, serta lembaga konservasi.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan kawasan konservasi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Wakil Bupati Sumbawa menekankan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam keberhasilan upaya konservasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat di berbagai wilayah, termasuk para peserta dari Indonesia dan Timor-Leste, untuk terus mengambil peran dalam menjaga sumber daya alam di daerah masing-masing.
Menurutnya, kebijakan pemerintah, program pelatihan, maupun kerja sama antarlembaga tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan masyarakat yang berada langsung di lapangan.

Wabup berharap The Regional Exchange dapat menjadi wadah untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, dan praktik pengelolaan konservasi antara berbagai pihak dari Indonesia dan Timor-Leste. (*)


Spread the love