Program “100 Mustahik per Desa” menyasar masyarakat di wilayah Puncak hingga Dusun Kaduk, Desa Baturotok

Sumbawa, bidikankameranews.com — Di tengah hamparan perbukitan dan kehidupan masyarakat yang terus berjuang menjemput harapan, kepedulian kembali mengetuk pintu-pintu warga. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa melalui program “100 Mustahik per Desa” menyasar masyarakat di wilayah Puncak, Baturotok hingga Dusun Kaduk.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus, dengan dua titik penyaluran, yakni di Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok dan Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, Desa Baturotok.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, didampingi Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si., Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, MHI., serta Kabid P3imas Pahriyadi, S.AP.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penyerahan bantuan. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat melalui BAZNAS terus diupayakan agar hadir sedekat mungkin dengan mereka yang membutuhkan.
Penyaluran pertama dilaksanakan setelah salat Zuhur di Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok. Dalam kesempatan tersebut, jajaran BAZNAS menyampaikan bantuan sekaligus memberikan penguatan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang diterima menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban kehidupan.
Dari Baturotok, langkah pelayanan kemudian berlanjut pada malam hari. Usai salat Isya, rombongan BAZNAS menuju Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk untuk melanjutkan penyaluran kepada para mustahik.
Suasana penuh haru dan keakraban terasa dalam setiap rangkaian kegiatan. Wajah-wajah penerima manfaat menyimpan cerita tentang perjuangan, sementara kehadiran BAZNAS menjadi pesan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat menegaskan pentingnya zakat sebagai instrumen kepedulian sosial sekaligus amanah yang harus dikelola dan disalurkan kepada mereka yang berhak.
Program 100 Mustahik per Desa menjadi salah satu ikhtiar BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke desa-desa, termasuk wilayah yang secara geografis membutuhkan perhatian dan pelayanan lebih dekat.
Sementara itu, Kepala Desa Baturotok, Edi Wijaya Kusuma, S.AP., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian BAZNAS Kabupaten Sumbawa terhadap masyarakat Baturotok.
Menurutnya, kehadiran BAZNAS membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan uluran tangan.
“Bantuan ini bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga menjadi bentuk perhatian yang menguatkan masyarakat,” demikian semangat yang tergambar dalam sambutan dan apresiasi pemerintah desa.
Rasa syukur juga disampaikan langsung oleh para penerima manfaat. Ibu Saiti dan Ibu Hajar, mewakili penerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga bantuan tersebut sampai kepada mereka.
Bagi mereka, bantuan yang diterima mungkin tidak akan menghapus seluruh persoalan kehidupan. Namun, bantuan itu cukup untuk menghadirkan senyum, mengurangi beban, dan menumbuhkan kembali keyakinan bahwa masih banyak tangan yang peduli.
Di situlah sesungguhnya makna zakat menemukan ruhnya.
Zakat bukan sekadar angka yang berpindah dari tangan muzakki kepada mustahik. Ia adalah harapan yang disampaikan. Ia adalah kepedulian yang diwujudkan. Ia adalah jembatan yang menghubungkan mereka yang memiliki kelapangan dengan mereka yang sedang bertahan dalam keterbatasan.
Dari Masjid Jami Darussalam hingga Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat hingga ke pelosok.
Sebab, setiap rupiah zakat yang ditunaikan dengan ikhlas memiliki cerita. Dan di Baturotok, cerita itu menjelma menjadi senyum para mustahik. (*)
