Dosen Fakultas Rekayasa Sistem Bangun Aplikasi Pengenal Motif Kre’ Alang Sumbawa Menggunakan Convolutional Neural Network dan MobileNetV2 Berbasis Android

Spread the love

Sumbawa, bidikankameranews.com — Transformasi digital kini mulai merambah ke ranah pelestarian budaya lokal Nusantara. Menjawab tantangan zaman, tim dosen dari Fakultas Rekayasa Sistem sukses menciptakan terobosan inovatif berupa aplikasi “Pengenalan dan Klasifikasi Motif Kre’ Alang (Kain Tenun Sumbawa)”.

Inovasi mutakhir berbasis Android ini mengintegrasikan Convolutional Neural Network (CNN) dan arsitektur MobileNetV2 untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan motif tenun secara akurat.

Tim riset lintas disiplin ini dipimpin oleh Nora Dery Sofya, S.Kom., M.M.Inov dari Program Studi Informatika. Dalam pengembangan sistem ini, bersinergi dengan dua anggota peneliti lainnya, yakni Ekastini, S.Kom., M.Kom. dari Program Studi Informatika, dan Silvia Firda Utami, S.T., M.Sc dari Program Studi Teknik Industri.

Mengatasi Krisis Literasi Motif Tradisional, Kre’ Alang bukan sekadar lembaran kain pelindung tubuh, melainkan mahakarya seni yang sarat akan nilai filosofis dan identitas budaya luhur Sumbawa. Setiap corak yang ditenun secara tradisional melambangkan tradisi, harapan, dan simbolisme kehidupan masyarakat setempat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di era modern ini, Kre’ Alang sebenarnya telah menunjukkan daya saing ekonomi yang sangat kuat, baik di pasar lokal maupun nasional. Namun, sebuah ironi muncul di tengah popularitas dan tingginya nilai jual kain ini, meski memiliki daya saing yang tinggi, permasalahan muncul ketika mayoritas masyarakat, bahkan generasi muda Sumbawa sendiri, mulai tidak mengenali jenis dari motif-motif Kre’ Alang.

Kondisi krisis literasi budaya ini dinilai memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya para perajin tenun di wilayah Kabupaten Sumbawa. Jika dibiarkan, nilai sakral dan historis dari kain ini dikhawatirkan akan luntur dan hanya menjadi komoditas tanpa ruh.

Sinergi Riset dan Dukungan Pemerintah melalui aplikasi pemindai motif ini lahir sebagai solusi nyata. Pengembangan teknologi ini merupakan output unggulan dari program Hibah Penelitian Dosen Pemula, sebuah inisiatif pendanaan strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema resmi bima.kemdiktisaintek.go.id.

Langkah inovatif ini sejatinya merupakan hilirisasi dan pengembangan lanjutan dari peta jalan riset sebelumnya. Beberapa pencapaian dari tahapan riset yang saling terintegrasi ini meliputi: Platform Promosi Digital yaitu Pembangunan aplikasi berbasis web sebagai media promosi dan penjualan terpadu guna memperluas jangkauan pasar. Akses Publik Terbuka: Ekosistem digital tersebut dapat diakses langsung oleh masyarakat luas melalui situs kre-alang.sumbawakab.go.id.

Aplikasi Pemindai Android, inovasi terbaru yang memungkinkan pengguna cukup menggunakan kamera smartphone untuk mengetahui nama, klasifikasi, dan makna motif Kre’ Alang secara praktis. Berikut merupakan tampilan aplikasi.

Melalui perpaduan keilmuan informatika dan teknik industri, kehadiran aplikasi ini diharapkan tidak hanya menjadi media edukasi budaya yang interaktif, tetapi juga mampu mendongkrak kebanggaan masyarakat serta mendukung ekonomi kreatif para perajin tenun di Sumbawa. (*)


Spread the love