KAJARI DIMUTASI, KASUS COMBINE REDUP” ALIANSI LSM DAN ORGANISASI KSB AKAN GRUDUK KANTOR KEJAKSAAN “
KAJARI DIMUTASI, KASUS COMBINE REDUP” ALIANSI LSM DAN ORGANISASI KSB AKAN GRUDUK KANTOR KEJAKSAAN “

Sumbawa Barat , bidikancameranews.com– Aliansi LSM dan Organisasi Masyarakat sipil berencana melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Kejaksaan. Aksi ini dilakukan untuk mempertanyakan kejelasan penanganan kasus dugaan korupsi “Combine” yang dinilai berjalan di tempat setelah adanya mutasi Kepala Kejaksaan Negeri.
Koordinator Aliansi, Yusuf Maula , mengatakan pihaknya geram karena kasus yang sempat menjadi sorotan publik itu kini seperti menghilang dari pemberitaan dan tidak ada kejelasan perkembangan penyidikannya.
“Kajari dimutasi, kasus Combine redup. Kami curiga ada upaya mengendorkan penanganan perkara ini. Karena itu kami akan gruduk Kantor Kejaksaan untuk menuntut transparansi dan kepastian hukum,” tegas Yusuf Maula, Rabu (6/8/2026).
Menurut Yusuf, “kasus Combine” merupakan perkara yang menyita perhatian publik karena diduga merugikan keuangan negara dan melibatkan banyak pihak. Namun setelah Kajari yang lama dimutasi ke tempat tugas baru, proses hukumnya seolah kehilangan arah.
Aliansi menilai mutasi pejabat di tengah penanganan perkara besar berpotensi mengganggu kontinuitas penyidikan dan menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
*TUNTUT KEPASTIAN HUKUM*
Dalam aksinya nanti, aliansi membawa sejumlah tuntutan utama:
1. ” Kejaksaan menjelaskan secara terbuka ” perkembangan terakhir kasus Combine
2. ” Kajari yang baru segera menuntaskan” berkas perkara yang sudah berjalan
3. “Tidak ada intervensi ” dalam proses penegakan hukum
“Kami tidak menuduh, kami hanya minta kejelasan. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Jangan sampai kasus besar menguap begitu saja,” ujar Yusuf.
*SIAPKAN MASSA BESAR*
Yusuf Maula memastikan aksi akan diikuti oleh gabungan LSM, ormas, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya. Ia berharap pihak Kejaksaan menerima perwakilan massa untuk berdialog.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri setempat belum memberikan keterangan resmi terkait rencana aksi dan status terbaru penanganan kasus Combine.
Publik kini menunggu, apakah aksi “gruduk” ini akan membuka kembali terang kasus yang sempat redup tersebut. _(Tim)_
–
