DUIT RATUSAN TRILIUN MASUK, WISATA KSB TETAP KERING! AMNT DITAGIH: CSR INSTAN SAJA CUKUP?, ” Destinasi Wisata dan UMKM Jalan di Tempat “
DUIT RATUSAN TRILIUN MASUK, WISATA KSB TETAP KERING! AMNT DITAGIH: CSR INSTAN SAJA CUKUP? ” Destinasi Wisata dan UMKM Jalan di Tempat “

SUMBAWA BARAT , bidikancameranews.com– Bom kritik menghantam PT Amman Mineral Nusa Tenggara ( AMNT ). Perusahaan emas dan tembaga terbesar KSB dituding gagal jadi lokomotif wisata dan ekonomi kerakyatan. Duit mengalir triliunan dari konsentrat dan smelter, tapi destinasi wisata KSB masih jalan di tempat. UMKM binaan CSR disebut cuma “bantuan instan” tanpa jejak sukses berkelanjutan.
Tokoh Masyarakat Mashud Yusuf Exs Kades Goa , Exs Ketua FK2D dan Exs Anggota KPU yang kini sebagai Pengamat Sosial Masyarakat angkat bicara terkait belum adanya pemberdayaan berkelanjutan melalui dana CSR
Menurut Mashud, Mengapa CSR Terkesan Instan? (Masalah Umum)Program Filantropi Jangka Pendek: Banyak perusahaan memilih memberikan bantuan tunai, sembako, atau bantuan fasilitas yang cepat selesai agar terlihat aktif di masyarakat.
” Seringkali program dibuat sepihak oleh perusahaan tanpa melibatkan perencanaan partisipatif, sehingga tidak menyentuh akar kebutuhan masyarakat ” terangnya kepada media
Alasan yang paling klasik dan tidak masuk akal, CSR kadang dijadikan alat untuk meredam konflik secara cepat, bukan untuk membangun kapasitas (pemberdayaan) yang berkelanjutan.
” Bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan keahlian atau potensi lokal, sehingga saat bantuan berhenti, masyarakat kembali kesulitan ” urainya
Sejatinya lanjut Mashud (Jangka Panjang), bahwa Pemberdayaan masyarakat berkelanjutan membutuhkan waktu dan komitmen untuk mengubah ketergantungan menjadi kemandirian. Kalau sistim bantuan instan tidak dirubah munculnya budaya “menta” (mengharap bantuan) karena kebiasaan menerima bantuan instan.
Karena selama ini apa yang dilakukan oleh PT AMNT belum terukur dan tepat sasaran hanya bersifat serimoni saja, harapan saya ke PT AMNT perlu pendampingan intensif untuk meningkatkan skill masyarakat lokal agar berdaya secara ekonomi.
Konsep CSR Pemberdayaan yang Berkelanjutan menurut Mashud, CSR tambang seharusnya diarahkan pada Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), sebagaimana diatur dalam UU No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba.
” Pemberdayaan Ekonomi terlihat hanya sebatas pada mana yang disuka sehingga Pelatihan wirausaha, pembentukan BUMDes, atau pengembangan UMKM lokal yang mandiri tidak efektif berjalan ” jelas Mashud
Sedang dibidang Pendidikan & Pelatihan hanya segelintir orang dari 150 ribu penduduk sumbawa barat, tergantung pemesanan dan permintaan, sementara Peningkatan skill teknis agar masyarakat bisa bekerja di luar sektor tambang atau menjadi pemasok kebutuhan perusahaan.
” Pembangunan fasilitas yang menunjang kegiatan ekonomi berkelanjutan, bukan sekadar infrastruktur sosial ” terangnya
KesimpulanCSR tambang tidak harus instan. Jika hanya memberikan bantuan fisik/uang, sifatnya instan. Namun, jika programnya fokus pada pendampingan, pelatihan, dan peningkatan kapasitas (pemberdayaan), maka sifatnya akan berkelanjutan dan berdampak jangka panjang bagi kemandirian masyarakat lingkar tambang.
Banyak Potensi wisata kearifan lokal yang harus dilestarikan salah satunya sandeka dilao , sandeka dilao KSB punya amunisi budaya kelas dunia yaitu Sandeka Dilao’atau Sedekah Laut di Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang. Tradisi pesisir ini seharusnya jadi magnet wisatawan. Faktanya? Bantuan AMNT untuk event ini dianggap sesaat. Warga desak AMNT turun tangan bikin infrastruktur permanen, bukan cuma amplop acara.
3 Dosa Struktural AMNT Versi Publik KSB
Kritik tajam muncul karena 3 faktor struktural belum dijawab AMNT:
1. Orientasi Ekonomi Makro: PAD dan pertumbuhan KSB masih 100% digerakkan ekspor konsentrat dan smelter. Sektor jasa wisata belum kebagian kue.
2. Infrastruktur Wisata Mati: Akses, akomodasi, fasilitas umum belum jadi dampak langsung dari raksasa tambang. Beda dengan destinasi super prioritas.
3. Ekonomi Sektoral Mampet: Investasi serta rantai pasok muter di lingkar tambang saja. Destinasi wisata baru masif belum lahir.
“AMNT harus lihat potensi ini. Jangan bantuan instan. Bikin cetak biru, bangun infrastruktur permanen biar ekonomi warga muter terus,” tegas salah satu tokoh masyarakat
Janji Senior Manager AMNT
“Kami Siap Dukung” – Seremoni atau Nyata?
Ahmad Salim Senior Manager External AMNT pernah mengatakan siap pasang badan: “Kami siap mendukung pengembangan sektor pariwisata KSB”.
Tapi publik KSB langsung tanya balik: Ini janji seremoni belaka atau pemanis belaka? Warga minta bukti: cetak biru, anggaran, dan pembangunan fisik, bukan hanya saat event.
Pemda KSB Gerak, Tapi Butuh AMNT Gas Lebih Kencang
Pemkab Sumbawa Barat akui sedang dorong pariwisata alternatif serta pemberdayaan ekonomi lewat pelestarian budaya lokal. Tapi tanpa intervensi infrastruktur dan program UMKM berkelanjutan dari AMNT, wisata KSB sulit lepas dari bayang-bayang tambang.
” kasih lihat saya, destinasi wisata mana yang maju dan berhasil dan UMKM mana yang berhasil dibina oleh PT AMNT secara berkelanjutan ” tantang Mashud
KSB sudah kasih izin dan ruang operasional masif ke AMNT. Kini giliran AMNT buktikan: tambang jalan, wisata hidup, UMKM maju ( GJI KSB )
