Gelar Sharing Session di UTS, Wamen Dikti Saintek Prof. Stella Christie, “Sains dan Teknologi Kunci Masa Depan”

Sumbawa Besar, bidikankameranews.com –
Universitas Teknologi Sumbawa telah menggelar Sharing Session bersama Wakil Menteri Dikti Saintek RI Prof. Stella Christie, Ph.D bertempat di Ruang Multimedia Science Techno Park UTS dengan mengusung tema “Kampus Berdampak Melalui Sinergi Multisektor: Perguruan Tinggi, Industri, dan
Masyarakat”.
Acara yang berlangsung pukul 14.00 WITA tersebut diikuti oleh segenap sivitas akademik universitas.
Rektor UTS Niken Saptarini, SE., M.Sc dalam sambutannya memberikan pengenalan singkat tentang sejarah Kampus Olat maras, dan raihan universitas sejauh ini.
“Saat ini UTS telah masuk dalam klaster madya, berdasarkan penetapan klasterisasi Perguruan Tinggi berdasarkan Kinerja Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, tahun ini kami berhasil meraih 5 penghargaan LLDIKTI Wilayah VIII yang memang terkait dengan produktivitas bidang riset sains dan teknologi. Tentu hal ini menjadi penyemangat bagi dosen juga mahasiswa untuk terus berkontribusi dan berdampak.”
Acara yang dimoderatori langsung oleh founder UTS Dr. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc ini, dibuka dengan pemarapan singkat terkait inovasi, kolaborasi juga prestasi bidang sains dan teknologi yang sejauh ini telah diraih oleh Kampus Olat Maras oleh Wakil Rektor III Dwi Ariyanti, Ph.D.
Prof. Stella dalam paparannya katakan, “Sains dan Teknologi akan menentukan masa depan. Diberbagai negara maju, salah satu point dan pendukung utama adalah sains dan teknologi. 30 tahun lalu China lebih miskin dari kita, tapi hari ini menjelma menjadi salah satu negara maju dan adidaya didunia, dan salah satu faktornya adalah dukungan terhadap sains dan teknologi. Negara dan swasta perlu berinvestasi pada sains dan teknologi untuk menuju kemajuan. Saat ini dana yang ada di Kementerian Dikti Saintek investasi terkait teknologi ini mencapai 3,2 Triliun naik 208% dari sebelumnya, hal ini dimaksudkan untuk dapat mendukung rekan-rekan dosen juga mahasiswa untuk terus produktif dan menghasilkan lebih banyak lagi inovasi, riset dan lainnya yang berkualitas dan tentunya berdampak bagi masyarakat. Mungkin ini secara angka masih kecil tapi kami berupaya untuk terus ditingkatkan.“ ungkapnya.
“Kedepan jika boleh saya memberi saran, bahwa penting bagi seorang peneliti memiliki kepakaran/bidang yang spesifik. Hal ini akan sangat membantu agar riset ataupun inovasi dapat berumur panjang. Di universitas butuh ada sebuah tim yang bertugas ‘mencari peluang-peluang kerja sama dan pendanaan riset’ yang khusus atau dikhususkan. Bahkan mungkin kedepannya aktifitas mahasiswa yang meneliti hendaknya bisa dikonversi menjadi kredit/sks, begitu juga untuk dosen.” Imbuh Prof. Stella.
Prof. Stella juga memberikan motivasi bagi para dosen dan Elang Muda UTS untuk terus meningkatkan produktivitas riset dan inovasi. Ia katakan bahwa pengalaman melakukan riset oleh mahasiswa dan dosen adalah sesuatu yang mahal, sebab experience yang didapat dan dirasakan tidak bisa ditiru bahkan oleh AI sekalipun
Selaras dengan hal tersebut, setelah sesi diskusi Prof. Stella berkesempatan melihat langsung berbagai inovasi bidang sains dan teknologi yang telah dihasilkan oleh Dosen juga Mahasiswa UTS, seperti inovasi “Selosa” (Bumbu Instant Sepat Lomo Samawa) oleh dosen UTS yang meraih hibah Penelitian Dosen Pemula tahun 2025, lalu display inovasi mahasiswa, drone medic untuk pertolongan pertama di bencana yang sulit akses, tangan robot untuk disabilitas, dan mesin extruder sampah plastik untuk produksi power bank, dan bak sampah otomatis pemilah sampah logam dan non logam, inovasi mesin injeksi plastik untuk pembuatan gagang larang, inovasi sehat tani (sistem cerdas untuk deteksi dini penyakit pada daun jagung). Aplikasi e-learning Basa Samawa, Portal Belajar Tarian Samawa dan lainnya, yang telah menjuarai kompetisi inovasi serta meraih hibah nasional. (*)
